Please Jangan Bilang Bunga Raflesia Adalah Bunga Bangkai

Tak jarang ketika saya di tanya berasal dari mana, pertanyaan ini muncul "apa yang khas dari Bengkulu de?" lalu dengan bangganya saya akan mengatakan "bunga Raflesia :)", lalu beberapa dari mereka akan berkata "ooh bunga bangkai...". Huaaaaaa... T_T bunga raflesia itu bukan bunga bangkai... Bunga Raflesia dan Bunga Bangkai adalah dua bunga yang berbeda. Lihat saja gambar di bawah ini:
Nah gimana, beda kan bunga bangkai dengan bunga raflesia? Bunga Raflesia banyak ditemui di hutan sumatera bagian selatan, terutama Bengkulu, Ciri Khusus Bunga Raflesia yang membedakan dengan bunga bangkai secara awam adalah bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ketika mekar, bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm. Selain ciri-ciri umum, ada ciri khas yang membedakan bunga bangkai dengan Raflesia. Berikut ciri khas dari masing-masing bunga yang saya dapat dari sini dan sini.

Ciri Khas Bunga Raflesia
  • Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi) merupakan tumbuhan dari Famili: Rafflesiaceae
  • Bunga Raflesia merupakan tumbuhan parasit obligat.
  • Bunga Raflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun.
  • Bunga Raflesia memiliki 5 mahkota
  • Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat bunga sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga.
  • Keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan.
  • Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
  • Rafflesia merupakan tumbuhan parasit obligat pada tumbuhan merambat (liana) tetrasigma dan tinggal di dalam akar tersebut seperti tali.
  • Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.
Ciri Khas Bunga Bangkai
  • Bunga bangkai / Amorphophallus adalah sekelompok tumbuhan dari genus Amorphophallus yang merupakan anggota dari famili dari Araceae (talas-talasan).
  • Bunga bangkai (Amorphophallus) merupakan spesies endemik, tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika barat hingga ke Kepulauan Pasifik termasuk di Indonesia.
  • Bunga bangkai merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar dan tertinggi di dunia ini termasuk tanaman dari suku talas-talasan (araceae) dengan bentuk dan ukuran umbi yang bervariasi pada setiap jenisnya.
  • Bunga bangkai (Amorphophallus) mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya. Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi di dalam tanah.
  • Apabila kondisi memungkinkan, fase vegetatif akan disusul dengan fase generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi. Kedua fase ini kan terjadi berulang dan terus menerus.
  • Saat bunga bangkai mengalami fase generatif (mekarnya bunga), bunga tertinggi ini mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai. Bau busuk ini berfungsi sebagai pemikat bagi lalat dan kumbang yang mana serangga-serangga tersebut akan berkontribusi dalam proses penyerbukan. Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Dan bunga bangkai kemudian kembali memasuki fase vegetatif.
 Nah dah jelas kan beda antara keduanya, so.. please jangan bilang lagi kalo Bunga Raflesia adalah bunga bangkai... ^_^
 
sumber : http://annur35.blogspot.com/2012/09/please-jangan-bilang-bunga-raflesia.html

Bunga Rafflesia

Bunga Raflesia Arnoldi merupakan bunga terbesar di dunia, dan juga termasuk dalam kategori Langka. Bunga Raflesia ini terkenal dengan keunikanya, yaitu hanya merupakan miselium yang memparasit tumbuhan inang, tidak memiliki daun akan tetapi mampu menghasilkan bunga yang ukuranya sangat besar. Raflesia merupakan tumbuhan asli dari Indonesia yang mana hanya bisa di jumpai di daerah Kalimantan dan Sumatera.
Bunga Rafflesia Arnoldi
Bunga Rafflesia Arnoldi

Ciri-ciri Bunga Rafflesia Arnoldi

  • Bunganya berumah dua (Bunga jantan dan betina terpisah)
  • Diameternya mencapai 100cm
  • Warnanya merah dan memiliki permukaan yang kasar
  • Kuncup bunga memiliki ukuran ± 5 cm yang membutuhkan waktu sampai 9 bulan untuk mekar
  • Bunga Raflesia Arnoldi hanya memiliki masa mekar selama 4 hari
Setelah bunga di serbukan oleh serangga maka dibutuhkan waktu sekitar 7 bulan hingga menjadi buah. Buah bunga Rafflesia ini nantinya akan berisikan ribuan biji-bijian yang jumlahnya mencapai ribuan, ukuranya mencapai 0,5 mm. Bunga Rafflesia memiliki musim bunga yang sangat panjang, yaitu sepanjang tahun.

sumber : http://www.satwa.net/56/bunga-raflesia-arnoldi-bunga-terbesar-di-dunia.html

Please Jangan Bilang Bunga Raflesia Adalah Bunga Bangkai

Transport/rute Menuju Bukit Lawang

Misalkan anda sudah Berada di Sumatera Utara tepatnya di Bandara International Kualanamu Medan
Jarak Bukit Lawang dari kota Medan kurang lebih sekitar 85 KM.+ Bandara Kualanamu ke Medan sekitar 32 KM total jaraknya sekitar 117 KM
Transportasi
Versi Satu
Bila anda pergi dengan mobil rental . Jarak tempuh sekitar 3/4 jam dari Bandara Kualanamu Medan menuju Wisata Bukit Lawang. Dengan rental mobil anda akan lebih terasa nyaman, karena gak mesti kena scam atau dikejar-kejar guide euro hunter apalagi kalau kalian bawa bule/orang asing hehe. Harga mobil diatas menggunakan AC bisa juga kalau gk pakek AC xixixi. Jika kalian baru nyampe dari Airport, juga bisa sekaligus jemput. Itung-itungannya jauh lebih hemat sih kalau menurut saya, apalagi kalau 2 atau 3 orang yang mau pergi.
Versi Dua
Bila anda dengan Bus dengan waktu tempuh sekitar 6 - 7 jam hehe ( yaiyalah berenti-berentinya buanyaaak banget apalagi ampek nunggu-nunggu busnya berangkat)
Dari Bandara Kualanamu - anda bisa menuju bus ALS warna merah menuju Kota Binjai (terminal Bus ALS di Binjai), Bus akan berangkat setiap 2 jam sekali, untuk menuju ke Binjai akan memakan waktu 1 setengah - 2 jam perjalanan sesampai di Binjai anda naik BETOR (Becak Bermotor) menuju Terminal L300 Bukit Lawang jaraknya dari terminal ALS menuju terminal L300 Bukit lawang sekitar 3 KM kurang lebih 10-15 menit untuk sampai di sana.
dan anda tanya saja di terminal tersebut mau ke Bukit Lawang. dari terminal L300 Bukit Lawang di Binjai menuju Bukit Lawang sekitar memakan waktu 2/3 jam perjalanan. dan anda akan tiba di terminal Bukit Lawang. dan anda naik becak lagi menuju Bukit Lawang (langsung saja Kontak Kami bila anda ingin Kami bantu).
sampai deh di Bukit Lawan.

Goa Kelelawar

Goa Kelelawar biasa di sebut di bukit lawang adalah goa kampret, goa ini tersembunyi yang berada di areal perkebunan karet dan sawit masyarakat. Pasalnya, obyek wisata gua sepanjang kurang lebih 500 meter yang menarik dan seru ini memang menjadi tempat tinggal ribuan kampret atau kelelawar yang membuat sarangnya di langit-langit gua.

Dari pemandian Sungai Bahorok Bukit Lawang, gua ini berjarak kurang lebih 2 kilometer. Sebelum memasuki gua, di pintu masuk kita akan menemui gubuk tak berdinding yang atapnya dari rumbia. Di situ akan kita temui penjaga Pintu masuk goa.Pintu masuk gua adalah dua buah batu besar yang menyisakan celah seukuran badan orang dewasa. Ada tangga kayu dan akar-akar kayu yang membantu kita memanjat batu licin dan berlumut itu.

Selesai itu, kita masuk di pintu besar dengan ruangan yang luas penuh cahaya di celah-celah atapnya. Stalagtit dan stalagmit berukuran besar terlihat di sini dan cukup kering tanahnya. Beberapa batu mirip altar di temui.
Gua ini pernah menjadi tempat pemujaan dan persembunyian para gerilyawan. Masuk lebih dalam, mulai berkurang celah-celah udara dan cahaya, keadaan juga sudah mulai lembab dan basah. Air menetes dari langit-langit goa yang merupakan rembesan air tanah tapi tidak seperti hujan. Kondisi bebatuan juga mulai rapat dan gelap walau ada beberapa kali kita kembali menemuai ruangan yang luas.
Hawa dingin menyelusup, kondisi gua begitu menantang. Untuk kelas pemula dan anak-anak yang sedang belajar telusurr goa, tempat ini menjadi lokasi menarik untuk memacu andrenalin. Gelap, celah-celah kecil, merangkak, sedikit berfatamorgana dengan stalagtit dan stalagmit yang di kegelapan seperti manusia sedang berdiri, adalah keindahan. Sarang-sarang kelelawar dan kotorannya yang unik, juga bau yang sedikit mengganggu penciuman anda.
Setelah melewati celah batu, di lubang besar yang di atasnya pohon-pohon tinggi menjulang.. semakin ke dalam gua semakin basah dan sungai-sungai kecil mengalir di bawahnya. Kalau rajin mencari, di sungai-sungai kecil itu ada bebatuan kecil berukuran kelereng yang mengandung besi. Sampai di ujung gua, kita akan mendapati lebih banyak kelelawar dan kondisi semakin basah.

Tak ada jalur alternatif untuk kembali pulang dengan cepat selain kembali ke jalan pertama kali datang. Sebaiknya jika Anda ingin menyusuri gua ini, pakailah sepatu atau alas kaki yang tepat karena batu-batu yang menjadi pijakan saat berjalan cukup runcing dan tajam dan membawa penerangan seperti senter karena keadaan gua cukup gelap.
Maaf, jangan terlalu berisik karena akan mengganggu pendengaran kelelawar yang sangat peka dan sensitif dengan suara. Bisa-bisa, karena keributan kita mereka lalu panik kemudian terbang sembarangan dan menabrak kepala atau mata yang bisa menimbulkan luka.

Sumber : http://bukitlawanglocalguide.com/guakelawar.html

Tips Berwisata ke Bukit Lawang

Bukit Lawang adalah daerah Perbukitan yang memiliki Suhu udara rata-rata 21,1ºC – 27,5 ºC. Kelembaban nisbi 80 – 100 %. Musim hujan merata sepanjang tahun tanpa musim kering yang berarti dengan curah hujan rata-rata 2000 – 3200 mm per tahun. Topografi kawasan, landai dan perbukitan dengan kemiringan bervariasi (45 – 90 %). Memiliki tipe ekosistem dataran rendah dan bergelombang, maka dari itu bila anda ingin melakukan aktifitas-aktifitas di Bukit Lawang sebaiknya anda sudah mempersiapkan segala sesuatunya seperti :
  1. Kaos T – Shirst dan celana Pendek untuk dipakai di siang hari seperti kegiatan jalan-jalan.
  2. Celana panjang, jeket hangat dan beberapa yang dapat menghangatkan tubuh untuk dimalam hari.
  3. Tas ransel kecil dan sepatu atau sandal yang nyaman di pakei untuk melakukan trekking dan telusur gua.
  4. Kamera (untuk cibi-cibi dan mengabadikan satwaliar di hutan)
  5.  Senter untuk kegiatan Menelusuri goa dan bermalam hari
  6.  obat nyamuk kegunaan untuk Trekking Hutan dan malam hari
  7. Pakaian untuk mandi-mandi di sungai dan handuk mandi dan handuk kecil untuk di hutan
  8. Jas Hujan, Pelasti untuk barang-barang pribadi anda dan mantel tas ransel anda bila ada.
  9. P3K dan obat pribadi.
Mungkin itu beberapa tips untuk melakukan aktifitas-aktifitas di Bukit Lawang dan satu lagi bawahlah uang secukupnya karena di Bukit Lawang tidak terdapat ATM, ada pun ATM jaraknya 10 KM dari Bukit Lawang.
sumber : http://bukitlawanglocalguide.com/tipsberwisatadibukitlawang.html

Kenali Orangutan Lebih Dekat di Bukit Lawang (TNGL)


Orangutan bukanlah monyet, melainkan kera (APE). Lebih tepatnya: kera besar (great ape)
Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang hidup di Asia. 90 % hidup di Indonesia dan 10 % hidup di Malaysia.
Hanya ada dua species orangutan di dunia, yaitu orangutan Sumatra/Bukit Lawang (pongo abelii) dan orangutan Borneo (pongo pygmaeus).
Habitat asli orangutan adalah hutan dataran rendah (dibawah 900 mdpl/meter diatas permukaan air laut)
Angka populasi orangutan terus menurun drastis diakibatkan hilangnya habitat secara terus menerus.
Hilangnya habitat orangutan sebagian besar disebabkan oleh pembukaan hutan untuk perkebunan, pembakaran hutan dan pembalakan liar.
Seperti manusia dan juga species kera besar lainnya (chimpanzee, gorilla dan bonobo), orangutan tidak memiliki ekor.
Perdagangan satwa liar juga menjadi salah satu penyebab menurunnya populasi orangutan. Induknya dibunuh,, anaknya diperjual belikan.
Kebun binatang bukanlah tempat tinggal yang baik untuk orangutan, tetapi itu adalah salah satu langkah untuk pelestarian orangutan.

Jadi teman-teman, jika kalian ingin orangutan tetap lestari dan tidak punah marilah kita bersama-sama melakukan sesuatu.
Mungkin kalian tidak bisa mendonasikan dana yang besar untuk biaya konservasi atau sekolah untuk orangutan, tapi kalian bias membantu melestarikan orangutan dengan:

1. Jangan memberi MAKANAN atau MINUMAN pada orangutan saat kalian berkunjung pada kebun binatang yang memelihara orangutan. “KASIHAN” adalah alasan yang sangat masuk akal untuk seorang pengunjung dapat memberi makanan dan minuman pada orangutan. Tapi kita tidak perlu khawatir, karena orangutan sudah punya pawing yang akan memberinya makan di jam yang sudah ditentukan dan pastinya sesuai dengan prosedur dan dengan mempertimbangkan gizi yang terkandung dalam makanann yang diberikan pada orangutan.
2. Jangan melempari sesuatu apapun kedalam kandang orangutan. Seperti: sampah ataupun ROKOK!!
3. Bayi Orangutan memang lucu dan menggemaskan, tapi jelas bayi orangutan bukanlah MAINAN juga bukan BINATANG PELIHARAAN yang bisa kita gendong-gendong dan kita ajak bermain. Bayi orangutan hanya bisa diajak bermain di tempat sekolah orangutan atau konservasi, karena itu adalah salah satu cara untuk memberikan kasih sayang. Yaitu bermain dengan ibu asuh yang berperan sebagai pengganti induknya.

Sejarah Bukit Lawang

Arti kata Bukit Lawang secara harfiah berarti "pintu ke bukit"Bukit Lawang adalah sebuah desa kecil yang terletak 90 kilometer barat laut Medan, ibukota Sumatera Utara, Indonesia. Bukit Lawang yang paling terkenal karena menjadi salah satu tempat terakhir di dunia di mana orang dapat melihat orang hutan di alam liar. Bukit Lawang terletak di sisi timur Taman Nasional Gunung Leuser.Pada tahun 1973 sebuah organisasi Swiss mendirikan pusat rehabilitasi orangutan di Bukit Lawang. Tujuan pusat ini adalah untuk merehabilitasi orang hutan yang dilepaskan dari penangkaran. Para penjaga di pusat mengajarkan orang hutan semua keterampilan yang diperlukan untuk bertahan hidup di alam liar. Setelah periode intens karantina, penyesuaian kembali ke habitat alami dan reintegrasi dalam populasi (semi-) liar, orangutan dilepaskan kembali ke hutan. Semua orangutan dirilis masih dipantau oleh jagawana dan mereka masih memberi mereka makanan tambahan pada platform makan sampai mereka menjadi sepenuhnya mandiri.Pada tahun-tahun setelah kedatangan pusat rehabilitasi lebih banyak wisatawan yang datang ke Bukit Lawang dan itu menjadi salah satu tujuan paling populer di Sumatera. Sebuah banjir bandang melanda Bukit Lawang pada tanggal 2 November 2003. Dijelaskan oleh saksi sebagai gelombang pasang surut, dengan tinggi air adalah sekitar 20 meter, yang menyebabkan perbukitan menjadi longsor, menghapus segala sesuatu di jalan. Bencana, yang merupakan hasil dari pembalakan liar, menghancurkan tempat wisata lokal dan memiliki dampak bagi industri pariwisata lokal. Sekitar 400 rumah, 3 masjid, 8 jembatan, 280 kios dan warung makan, 35 hotel dan guest house dihancurkan oleh banjir, dan 239 orang (5 dari mereka wisatawan) tewas dan sekitar 1.400 penduduk setempat kehilangan rumah. stelah delapan bulan  mereka melaukan pembangunan kembali, Bukit Lawang itu kembali dibuka lagi pada bulan Juli 2004. Banyak penduduk desa menjadi trauma, kehilangan keluarga, teman dan rumah mereka. Banyak Orang-orang yang tinggal di Bukit Lawang menajdi pengangguran dan tunawisma. Ini telah menjadi jalan panjang untuk pemulihan dan tugas yang sangat sulit untuk membangun kembali kota dengan hanya bantuan keuangan yang terbatas dari pemerintah. Namun orang-orang di Bukit Lawang yang menjadi korban dengan membangun kembali desa yang telah hancur dan memulai kambali bisnis merek.Terutama generasi muda, agar dapat membangun kembali desa secara berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pelestarian eko sistem ​ ​yang ada ditempat tinggal mereka, Mereka dapat memanfaatkan semua dukungan, mereka juga bisa mendapatkan pendapatan pariwisata yang akan membantu mereka dalam mewujudkan ide-ide mereka untuk masa depan yang cerah bagi Bukit Lawang.
 
sumber :http://melayu-langkat.blogspot.com/p/sejarah-bukit-lawang-secara-harfiah.html