Arti kata Bukit Lawang secara harfiah berarti "pintu ke bukit". Bukit Lawang adalah sebuah desa kecil yang terletak 90 kilometer barat laut Medan, ibukota Sumatera Utara, Indonesia.
Bukit Lawang yang paling terkenal karena menjadi salah satu tempat
terakhir di dunia di mana orang dapat melihat orang hutan di alam liar. Bukit Lawang terletak di sisi timur Taman Nasional Gunung Leuser.Pada tahun 1973 sebuah organisasi Swiss mendirikan pusat rehabilitasi orangutan di Bukit Lawang. Tujuan pusat ini adalah untuk merehabilitasi orang hutan yang dilepaskan dari penangkaran. Para penjaga di pusat mengajarkan orang hutan semua keterampilan yang diperlukan untuk bertahan hidup di alam liar. Setelah
periode intens karantina, penyesuaian kembali ke habitat alami dan
reintegrasi dalam populasi (semi-) liar, orangutan dilepaskan kembali ke
hutan. Semua
orangutan dirilis masih dipantau oleh jagawana dan mereka masih memberi
mereka makanan tambahan pada platform makan sampai mereka menjadi
sepenuhnya mandiri.Pada
tahun-tahun setelah kedatangan pusat rehabilitasi lebih banyak
wisatawan yang datang ke Bukit Lawang dan itu menjadi salah satu tujuan
paling populer di Sumatera. Sebuah banjir bandang melanda Bukit Lawang pada tanggal 2 November 2003. Dijelaskan
oleh saksi sebagai gelombang pasang surut, dengan tinggi air adalah
sekitar 20 meter, yang menyebabkan perbukitan menjadi longsor, menghapus
segala sesuatu di jalan.
Bencana, yang merupakan hasil dari pembalakan liar, menghancurkan
tempat wisata lokal dan memiliki dampak bagi industri pariwisata lokal. Sekitar
400 rumah, 3 masjid, 8 jembatan, 280 kios dan warung makan, 35 hotel
dan guest house dihancurkan oleh banjir, dan 239 orang (5 dari mereka
wisatawan) tewas dan sekitar 1.400 penduduk setempat kehilangan rumah.
stelah delapan bulan mereka melaukan pembangunan kembali, Bukit Lawang itu kembali dibuka lagi pada bulan Juli 2004. Banyak penduduk desa menjadi trauma, kehilangan keluarga, teman dan rumah mereka. Banyak Orang-orang yang tinggal di Bukit Lawang menajdi pengangguran dan tunawisma. Ini
telah menjadi jalan panjang untuk pemulihan dan tugas yang sangat sulit
untuk membangun kembali kota dengan hanya bantuan keuangan yang
terbatas dari pemerintah. Namun
orang-orang di Bukit Lawang yang menjadi korban dengan membangun
kembali desa yang telah hancur dan memulai kambali bisnis merek.Terutama
generasi muda, agar dapat membangun kembali desa secara berkelanjutan
dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pelestarian eko sistem
yang ada ditempat tinggal mereka, Mereka dapat memanfaatkan semua
dukungan, mereka juga bisa mendapatkan pendapatan pariwisata yang akan membantu mereka dalam mewujudkan ide-ide mereka untuk masa depan yang cerah bagi Bukit Lawang.
sumber :http://melayu-langkat.blogspot.com/p/sejarah-bukit-lawang-secara-harfiah.html
No comments:
Post a Comment